May 16, 2012

Biografi Bodata Hardi Fadhillah

Hardi Fadhillah Pastinya sudah pada tahu dengan artis ganteng berikut ini yang mungkin anda mengidolakannya bisa sedikitnya tahu mengenai siapa Profile Hardi Fadhillah Berikut sedikit pencerahan buat anda mengenai Biografi Hardi Fadhillah (lahir 6 Desember 1985;) adalah aktor Indonesia. Ia mulai karier di dunia hiburan dengan bermain dalam film layar lebar Sumpah Pocong Di Sekolah pada tahun 2008. 


gambar hardi fadhillah
hardi fadhillah biodata

Nama : Hardi Fadhillah
Tanggal Lahir : 6 Desember 1985
Anak ke : 2 dari 4 bersaudara
Tinggi/ Berat Badan : 168 cm/58 kg
Nama Ayah : Noviar
Nama Ibu : Sussy Herliandry
Hobi : Otomotif, main air soft gun
Filmografi:

 

Sekilas saat bersua dengan anak muda ini raut wajahnya memang polos. Tapi jangan kaget jika mendengar cowok bernama Hardi Fadhillah ini bermain dalam film macam apa. Tengok saja judulnya, selintas lalu memang lebih banyak ditujukan untuk penonton usia dewasa. Sebut saja ML (Mau Lagi) yang jadi debutnya, kemudian ada Ku Tunggu Jandamu hingga Kawin Kontrak Lagi. Apa iya memang spesialis film dewasa?
”Wah bukan kok. Makanya nonton dulu. Peran saya selama ini lebih banyak mengarah ke komedinya kok,” terang aktor muda yang laris sepanjang tahun 2008 ini. Hardi memang lebih banyak main dalam film bergenre komedi namun dengan porsi sebagai cowok polos dan mudah dikadali.

Saat usia kanak-kanak diakuinya tak pernah membayangkan dirinya kelak bergelut di dunia hiburan. Maka tak heran, cowok kelahiran 6 Desember 1985 ini bersikap ogah-ogahan saat ditawari bergabung oleh seorang pencari bakat saat antri makanan di sebuah restoran waralaba kawasan Blok M. ”Saya disuruh bawa foto ke alamat kantor dia,” demikian ceritanya mengenang momen di akhir 2006 itu. Dengan perasaan setengah hati tetap saja dia mengirim foto itu.

Dasar nasibnya memang mujur, tak lama kemudian sebuah proyek segera diterimanya. ”Saya jadi model iklan baju produknya Matahari,” tutur Hardi. Ya, bersama Delapan Management dia sudah mencoba merangkak sebagai bintang. Agensi tersebut tak hanya sekadar mencarikan peluang dalam industri hiburan, namun juga memberikan ilmu akting kepada Hardi. ”Di awal-awal sempat ada kelas akting sih, tapi aku jarang masuk,” lanjutnya sambil terkekeh.

Langkah Hardi sebagai pemula memang baru dimulai. Bersama bendera manajemen artisnya dia mulai mencoba audisi di berbagai tempat. Salah satunya adalah Sinemart. Di sinilah langkah Hardi mulai mantap menapak. Pasalnya, Sinemart mengikatnya dengan sebuah kontrak eksklusif. Sinetron Pangeran Penggoda arahan sutradara Ook Cemenk menjadi penanda debutnya di dunia akting. Setelah itu, Hardi mengaku melangkah nyaris tanpa hambatan. Proyek pemotretan, FTV dan sinetron mulai diterimanya.

Tak puas hanya berkarir di layar kaca, Hardi mulai menerima panggilan casting di berbagai rumah produksi. Dan yang pertama kali memberinya proyek adalah Indika Entertainment. Bicara tentang peluang Hardi sempat mengaku pasrah, terpilih atau tidak yang penting sudah berusaha. Namun dirinya mengaku sempat optimis saat salah satu orang Indika menunjuk-nunjuk seraya menyebut dirinya yang bakal dipilih. Ucapan itu ternyata benar. ”Saya mendapat peran sebagai Wisnu, mahasiswa yang lugu dan polos,” tutur pemilik rambut ikal ini.

Sayangnya, film yang mengungkapkan bahaya pergaulan bebas ini sempat tertahan lama tanpa bisa diputar di bioskop. Gelombang protes dari masyarakat membuat produser Indika, Shankar RS menunda peredaran film arahan sutradara Thomas Nawilis ini. ”Saya sempat nyesak juga, sudah capek-capek syuting,” keluh Hardi. Belakangan, film tersebut bisa juga diedarkan akhir Oktober silam, tentunya setelah direvisi sana-sini dan menjalani beberapa syuting ulang. Bagian yang dirasa rawan dibabat habis.

Di masa galau itu hati Hardi sempat sedikit terobati. Pasalnya, penulis skenario film perdananya yakni Awi Suryadi memberikan kesempatan untuk mencoba ilmu aktingnya. Kali ini dia menjadi anak sekolahan. ”Gara-gara mas Awi suka ke lokasi syuting lihat saya main. Dia kan sahabatnya sutradara ML, Thomas,” demikian paparnya.

Film horor arahan Awi tersebut diproduksi oleh Maxima Pictures. Agaknya produser Maxima terlanjur kepincut dengan sosok Hardi. Merekapun memberinya kesempatan untuk bergabung dalam film yang berikut, yakni Ku Tunggu Jandamu. Hardi bermain bersama pedangdut seksi Dewi Perssik di sana. Di sini, dia diplot untuk melebur dalam formula trio a la Warkop bersama Rizky Mocil serta Edi Brokoli. Ternyata bisa sukses. Tentu saja pihak produser tersenyum puas dibuatnya. Ibarat kata pepatah barat ”don’t change the winning team”, formula tersebut tetap dilanjutkan Maxima dalam film teranyarnya. Otomatis Hardi ikutan proyek yang berjudul Hantu Budek. ”Pak Ody percaya aja ngasih skrip tanpa proses casting lagi,” tutur Hardi senang. Lagi-lagi dia bersama Dewi Perssik bermain di sana.

Selagi Hardi syuting bersama sang pedangdut, filmnya yang lain kini justru sedang beredar di bioskop. Masih dengan genre komedi dewasa, judulnya Kawin Kontrak Lagi. Ini merupakan sekuel dari Kawin Kontrak yang dirilis awal tahun ini. Hardi kebagian peran sebagai pemuda culun bernama Fredo di sana. ”Ya jadi mahasiswa yang main-main ke desa Pakelonan mau coba-coba kawin kontrak deh,” begitu ceritanya beberapa waktu lalu. Dia mengaku sempat menderita saat syuting di kawasan Bandung Selatan itu. ”Saya punya alergi terhadap cuaca dingin,” curhatnya lagi. Untunglah semuanya bisa berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Lancar. Itu kata kuncinya. Macam kondisi yang dialami Hardi sekarang. Sekali muncul di lintasan langsung lima judul disabetnya dalam jangka waktu setahun. Padahal dulu dia sempat mengaku jika dirinya memang orang yang minderan. ”Jujur sih sekarang saya sudah lebih pede,” demikian ungkap Hardi yang sempat minder karena faktor tinggi badan itu. Berbekal rasa pede itulah dirinya kini siap melangkah sebagai aktor.

sumber:http://riekathaparamitha.blogspot.com/2011/05/hardi-fadhillah.html

No comments:

Post a Comment