Wednesday, April 23, 2014

Ini Profil FB atau Twitter? Kok Mirip | iBerita News - iBerita.com

http://www.iberita.com/wp-content/uploads/2014/04/twitter-redesign.jpg


Ini Profil FB atau Twitter? Kok Mirip

Ini Profil FB atau Twitter? Kok Mirip



Advertisement


iBerita.com – Jika hari ini Anda mengakses profil di akun Twitter Anda pasti akan menjumpai hal yang baru. Tampilan profil pengguna Twitter mulai awal April 2014 ini rupanya mengalami perubahan tampilan mirip dengan Facebook. Sekilas ia mirip dengan tampilan profil pengguna Facebook.


Twitter rupanya resmi mengganti secara penuh seluruh tampilan profil para penggunanya. Sebelumnya, akun berlambang burung itu baru mengujicobakannya pada profil akun-akun terkenal. Dari akun-akun itu barangkali Twitter telah mendapatkan banyak respon positif sehingga desain baru itu pun dirilis untuk seluruh pengguna Twitter seperti yang telah Anda lihat saat ini.


Tampilan baru profi Twitter ini memiliki tiga kolom. Paling atas menjadi background atau dalam FB kita kenal cover photo. Sedangkan untuk kolom di kiri adalah untuk pemberitahuan dan yang kolom besar kanan adalah untuk kicauan pengguna seperti news feed pada FB. Sekilas ini mirip dengan FB kalau saja warnanya tidak didesain berbeda dari FB sebelumnya.



Selain itu, di tampilan yang baru ini terdapat fitur menarik lainnya yakni best tweets yang berasa tweet populer. Para pengguna juga melakukan pin tweet untuk membuat kicauan Anda tetap di atas dan tidak tertinding oleh kicauan yang baru. Tampilan yang baru ini menjadilan linimasa kicauan pengguna di Twitter lebih mudah dikenal dan dilihat secara seksama. Adanya fasilitas filter tweet membuat siapapun yang ingin melihat profil orang dapat melakukan seleksi apakah kicauan saja, foto, video atau ketiga-tiganya.


Bagi yang belum mendaftar Twitter, cobalah untuk mendaftar. Nanti akan langsung disuguhi dengan tampilan baru Twitter yang sangat menarik itu. Silahkan mencoba.


Advertisement







Source http://www.iberita.com/27092/ini-profil-fb-atau-twitter-kok-mirip

Biografi Ringkas Imam Nawawi | shofighter

http://ift.tt/eA8V8J


Biografi Ringkas Imam Nawawi - Beliau adalah Yahya bin Syaraf bin Hasan bin Husain An­Nawawi Ad­Dimasyqiy, Abu Zakaria. Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 631 H di Nawa, sebuah kampung di daerah Dimasyq (Damascus) yang sekarang merupakan ibukota Suriah.Beliau dididik oleh ayah beliau yang terkenal dengan kesalehan dan ketakwaan. Beliau mulai belajar di katatib (tempat belajar baca tulis untuk anak­anak) dan hafal Al­Quran sebelum menginjak usia baligh.Ketika berumur sepuluh tahun, Syaikh Yasin bin Yusuf Az­Zarkasyi melihatnya dipaksa bermain oleh teman­teman sebayanya, namun ia menghindar, menolak dan menangis karena paksaan tersebut. Syaikh ini berkata bahwa anak ini diharapkan akan menjadi orang paling pintar dan paling zuhud pada masanya dan bisa memberikan manfaat yang besar kepada umat Islam. Perhatian ayah dan guru beliau pun menjadi semakin besar.

An­Nawawi tinggal di Nawa hingga berusia 18 tahun. Kemudian pada tahun 649 H ia memulai rihlah thalabul ilmi­nya ke Dimasyq dengan menghadiri halaqah­halaqah ilmiah yang diadakan oleh para ulama kota tersebut. Ia tinggal di madrasah Ar­rawahiyyah di dekat Al­Jami' Al­Umawiy. Jadilah thalabul ilmi sebagai kesibukannya yang utama. Disebutkan bahwa ia menghadiri dua belas halaqah dalam sehari. Ia rajin sekali dan menghafal banyak hal. Ia pun mengungguli teman­temannya yang lain. Ia berkata: "Dan aku menulis segala yang berhubungan dengannya, baik penjelasan kalimat yang sulit maupun pemberian harakat pada kata­kata. Dan Allah telah memberikan barakah dalam waktuku." [Syadzaratudz Dzahab, 5/355].


Diantara syaikh beliau: Abul Baqa' An­Nablusiy, Abdul Aziz bin Muhammad Al­Ausiy, Abu Ishaq Al­Muradiy, Abul Faraj Ibnu Qudamah Al­Maqdisiy, Ishaq bin Ahmad Al­Maghribiy dan Ibnul Firkah. Dan diantara murid beliau: Ibnul 'Aththar Asy­Syafi'iy, Abul Hajjaj Al­Mizziy, Ibnun Naqib Asy­Syafi'iy, Abul 'Abbas Al­Isybiliy dan Ibnu 'Abdil Hadi.


Pada tahun 651 H ia menunaikan ibadah haji bersama ayahnya, kemudian ia pergi ke Madinah dan menetap di sana selama satu setengah bulan lalu kembali ke Dimasyq. Pada tahun 665 H ia mengajar di Darul Hadits Al­Asyrafiyyah (Dimasyq) dan menolak untuk mengambil gaji. Beliau digelari Muhyiddin (yang menghidupkan agama) dan membenci gelar ini karena tawadhu' beliau. Di samping itu, agama islam adalah agama yang hidup dan kokoh, tidak memerlukan orang yang menghidupkannya sehingga menjadi hujjah atas orang­orang yang meremehkannya atau meninggalkannya. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: "Aku tidak akan memaafkan orang yang menggelariku Muhyiddin."


Imam An­Nawawi adalah seorang yang zuhud, wara' dan bertakwa. Beliau sederhana, qana'ah dan berwibawa. Beliau menggunakan banyak waktu beliau dalam ketaatan. Sering tidak t idur malam untuk ibadah atau menulis. Beliau juga menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, termasuk kepada para penguasa, dengan cara yang telah digariskan Islam. Beliau menulis surat berisi nasihat untuk pemerintah dengan bahasa yang halus sekali. Suatu ketika beliau dipanggil oleh raja Azh­Zhahir Bebris untuk menandatangani sebuah fatwa. Datanglah beliau yang bertubuh kurus dan berpakaian sangat sederhana. Raja pun meremehkannya dan berkata: "Tanda tanganilah fatwa ini!!"


Beliau membacanya dan menolak untuk membubuhkan tanda tangan. Raja marah dan berkata: "Kenapa !?" Beliau menjawab: "Karena berisi kezaliman yang nyata." Raja semakin marah dan berkata: "Pecat ia dari semua jabatannya!" Para pembantu raja berkata: "Ia tidak punya jabatan sama sekali." Raja ingin membunuhnya tapi Allah menghalanginya. Raja ditanya: "Kenapa tidak engkau bunuh dia padahal sudah bersikap demikian kepada Tuan?" Raja pun menjawab: "Demi Allah, aku sangat segan padanya."


Imam Nawawi meninggalkan banyak sekali karya ilmiah yang terkenal. Jumlahnya sekitar empat puluh kitab, diantaranya:



  1. Dalam bidang hadits: Arba'in, Riyadhush Shalihin, Al­Minhaj (Syarah Shahih Muslim), At­Taqrib wat Taysir fi Ma'rifat Sunan Al­Basyirin Nadzir.

  2. Dalam bidang fiqih: Minhajuth Thalibin, Raudhatuth Thalibin, Al­Majmu'.

  3. Dalam bidang bahasa: Tahdzibul Asma' wal Lughat.

  4. Dalam bidang akhlak: At­Tibyan fi Adab Hamalatil Qur'an, Bustanul Arifin, Al­Adzkar.


Kitab-­kitab ini dikenal secara luas termasuk oleh orang awam dan memberikan manfaat yang besar sekali untuk umat. Ini semua tidak lain karena taufik dari Allah Ta'ala, kemudian keikhlasan dan kesungguhan beliau dalam berjuang.

Secara umum beliau termasuk salafi dan berpegang teguh pada manhaj ahlul hadits, tidak terjerumus dalam filsafat dan berusaha meneladani generasi awal umat dan menulis bantahan untuk ahlul bid'ah yang menyelisihi mereka. Namun beliau tidak ma'shum (terlepas dari kesalahan) dan jatuh dalam kesalahan yang banyak terjadi pada ulama­ulama di zaman beliau yaitu kesalahan dalam masalah sifat­sifat Allah Subhanahu wata'ala. Beliau kadang men­ta'wil dan kadang­kadang tafwidh. Orang yang memperhatikan kitab­kitab beliau akan mendapatkan bahwa beliau bukanlah muhaqqiq dalam bab ini, tidak seperti dalam cabang ilmu yang lain. Dalam bab ini beliau banyak mendasarkan pendapat beliau pada nukilan­nukilan dari para ulama tanpa mengomentarinya.


Adapun memvonis Imam Nawawi sebagai Asy'ari, itu tidak benar karena beliau banyak menyelisihi mereka (orang­orang Asy'ari) dalam masalah­masalah aqidah yang lain seperti ziyadatul iman dan khalqu af'alil 'ibad. Karya­karya beliau tetap dianjurkan untuk dibaca dan dipelajari, dengan berhati­hati terhadap kesalahan­kesalahan yang ada. Tidak boleh bersikap seperti kaum Haddadiyyun yang membakar kitab­kitab karya beliau karena adanya beberapa kesalahan di dalamnya. Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa kerajaan Saudi ditanya tentang aqidah beliau dan menjawab: "Lahu aghlaath fish shifat" (Beliau memiliki beberapa kesalahan dalam bab sifat­sifat Allah).


Imam Nawawi meninggal pada 24 Rajab 676 H ­rahimahullah wa ghafarahu.


Catatan:

Lihat biografi beliau di Tadzkiratul Huffazh 147, Thabaqat Asy­Syafi'iyyah Al­Kubra, dan Syadzaratudz Dzahab 5/354








Source http://ift.tt/1ifDluU