Biografi Novel Baswedan - Penyelidik KPK yang Diburu Polisi

Kejadian yang terjadi pada Jumat Malam, 5 Oktober 2012 di kantor KPK, jakarta membuat orang bertanya-tanya, siapa itu Novel Baswedan. Beliaulah sang penyelidik KPK yang hendak ditangkap oleh polisi karena dituduh terkait dengan penembakan pencuri sarang wallet di Bengkulu, tahun 2004 silam.

Pria kelahiran Semarang, 20 Juni 1997 ini menempuh pendidikan menengah di SMP N 4 Semarang lalu meneruskan di SMA N 2 Semarang. Pria yang terkenal kalem semasa SMA ini memang tidak memiliki prestasi yang menonjol pada masa itu, namun ia mampu di mata pelajaran Fisika. Putra dari pasangan Salim dan Fatimah yang beralamat di Jl Raden Patah, Kampung Sumur Umbul No 84, Semarang ini kemudian masuk ke Akademi Polisi dan lulus tahun 1998. setelah lama berdinas di kepolisian, ia masuk ke KPK pada bulan Januari 2007. Pada tanggal 3 Oktober 2012, namanya tercatat sebagai salah satu penyelidik yang diangkat sebagai pegawai   KPK bersama 27 penyidik lainnya.

Novel Baswedan merupakan salah satu penyelidik KPK yang dinilai berprestasi gemilang. Banyak kasus korupsi besar yang berhasil di tangannya. Biografi Novel Baswedan, penyelidik KPK ini mencatat setidaknya ada empat kasus korupsi besar yang sedang ditangani KPK saat itu.

Kasus besar pertama adalah kasus Wisma Atlet. Kasus ini menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin. Novel sendiri merupakan penyidik kasus ini.  Metode penyidikan dengan sistem whistle-blower yang dikembangkan Novel mendapat protes dari para legislator di komisi hukum DPR. Novel pula yang pernah menghalangi para anggota DPR yang ingin menjenguk Nazaruddin di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Dalam upaya penyelidikannya, pernah ada upaya penekanan yang dilakukan oleh pihak Nazaruddin dengan mendesak pimpinan KPK mengganti Novel. Hasilnya, bukan Novel yang diganti. Malah atasan Novel, Brigjen Pol Yurod Saleh, yang dikembalikan pimpinan KPK ke Mabes Polri.
Pengungkapan barang bukti kasus Nazaruddin itu kini telah merembet ke kasus lain. Novel pula yang akhirnya menahan mantan anggota DPR Angelina Sondakh (Angie) dalam kasus suap soal penganggaran di Kemenpora dan Kemendikbud.

Kasus kedua yang ada dalam biografi Novel Baswedan adalah kasus korupsi di Kementrian Agama. Kasusnya berkembang ke dugaan suap penganggaran pengadaan kitab suci Al-Qur’an dengan tersangka legislator Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar. Saat itu Novel juga turut menggeledah ruang Zulkarnaen.

Kasus ketiga adalah kasus korupsi bupati Buol. Biografi Novel Baswedan menyebutkan bahwa penyelidik ini juga berperan aktif dalam penangkapan Bupati Buol Amran Batalipu, yang saat itu tertangkap tangan menerima uang Rp 3 miliar dari Yani Anshori, manajer PT Hardaya Inti Plantations, yang mana proses operasi itu diwarnai dengan penghadangan oleh puluhan pendukung Amran. Novel yang saat itu mengendarai motor untuk melakukan pengejaran, bahkan sempat akan ditabrak oleh rombongan Bupati Amran Batalipu. Beruntung dia bisa menghindar, sedangkan motornya ringsek.

Puncaknya adalah kasus keempat, Novel menjadi ketua satuan tugas penyidikan kasus simulator SIM Korlantas Mabes Polri. Novel salah seorang penyidik KPK yang dengan keras menghadang upaya penghentian penggeledahan KPK di markas Korlantas bulan Juli lalu. Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas, ketika ada petugas kepolisian dengan pangkat yang jauh lebih tinggi darinya yang sempat mempertanyakan izin KPK menggeledah. Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas. Perdebatan pun terjadi. Ada informasi yang menyebutkan bahwa sejak itu nama Novel masuk dalam daftar incaran.


Pada Jumat tanggal 05 Oktober 2012, Novel adalah salah satu penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan langsung kepada Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus Simulator SIM. Seorang perwira menengah berpangkat Kompol memeriksa jenderal aktif berbintang dua. Atas adegan inilah, hubungan KPK – Polri kembali retak.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengakui, Novel adalah salah satu penyidik dengan kategori par excellence yang dimiliki KPK. Suatu saat Johan pernah mengungkapkan kepada sejumlah media, ingin mempublikasikan sosok Novel karena kemampuannya sebagai penyidik yang selalu diandalkan KPK dalam menuntaskan kasus korupsi skala besar. Novel kini tengah menghadapi ancaman penangkapan dari instansi asalnya. Dia dituduh terlibat kasus penganiayaan semasa bertugas sebagai polisi di Bengkulu delapan tahun lalu.


sumber : berbagai sumber 
poto : wikipedia

Comments

Popular posts from this blog

Talent Pilihan SlideGossip : Andrean Saputra

Profil Sarah Ardhelia Ferreti - Model Nude Indonesia | Shinigami 4rt™

Video Porno 'Luna Maya' Diobral Rp5000