Mar 11, 2015

Biografi H. Anif: Pengusaha Tangguh dari Sumut | Manistebu




Di Sumatera Utara, khususnya Medan, nama H. Anif sudah tidak asing lagi. Kisah hidup tokoh bernama asli Musannif yang lahir di Perlanaan, Kota Limapuluh (Kab. Batubara) ini memang penuh haru biru. Nama Musannif yang berasal dari kata bahasa Arab berarti ‘pengarang’ itu adalah pemberian ayahnya, Tuan Kabul. H. Anif yang dulunya sempat mengalami hidup sebagai ‘berandalan’ akhirnya mampu membalikkan garis nasibnya dengan kegigihan.



Saya menerima telepon H. Anif pada hari Jumat, 27 Februari 2015 lalu. H. Anif meminta saya untuk bertemu apakah di Jakarta atau Bandung. Tentu saja saya yang muda lebih elok untuk mendatangi beliau. Urusanya tidak lain adalah soal buku biografi beliau yang ditulis teman saya, Toga Nainggolan.


Tugas saya memang melakukan penyelarasan isi tahap akhir alias menyuntingnya dan menyelia juga untuk pengemasannya oleh Tim TrimKom. Buku berjudul Hidup Ikhlas Tanpa Muslihat ini memang disusun menggunakan urutan kronologis. Mereka yang ingin tahu jejak tokoh pengusaha yang berpengaruh di Sumut ini bisa mengikutinya dengan mudah. Sebabnya, Toga Nainggolan, jurnalis yang juga alumnus dari Jurusan Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta–tempat saya dulu juga mengajar–ini memang piawai memilin dan merangkai kata.


Saya bertolak ke Jakarta Sabtu sore bersama keluarga dan menginap semalam di daerah Raden Saleh. Esoknya baru saya bertolak ke daerah Tanjung Duren menuju rumah H. Anif. Saya dan keluarga disambut hangat, bahkan diberi aneka oleh-oleh dari buku, poster yang berisikan quote cantik dari bahan kain, hingga cokelat.


Kedatangan saya untuk verifikasi akhir materi yang memang masih ada editing dari sisi data serta fakta. Hanya perlu waktu sekitar 1,5 jam. Selanjutnya, acara saya dengan H. Anif dan Toga Nainggolan adalah makan siang bersama. Masakan ala Medan seperti sayur daun ubi tumbuk pun tak lepas saya nikmati, termasuk dendeng balado daging domba muda yang dibawa beliau dari Australia. Wow!


DSCN2927


Buku biografi H. Anif ini memang lumayan tebal, lebih dari 300 halaman. Wajar memang jika hendak menampung dinamika kisah tokoh yang hidupnya penuh dengan lika liku ini. Tokoh yang menjadi besan Hamzah Haz ini juga memberi kesempatan kepada teman-temannya untuk memberi komentar buku, lebih dari sekadar testimoni (endorsement), di antaranya ada Hamzah Haz, Widjojo Soedjono, Widodo Budidarmo, Surya Paloh, Sukanto Tanoto, Panda Nababan, dan Harmoko.


Isi buku ini memang sarat dengan pelajaran tentang hidup. Saya sebagai praktis di bidang penulisan memang sudah sering bersua tokoh yang hendak membukukan kisah hidupnya. Satu hal yang saya syukuri, setiap bertemu tokoh, saya bisa belajar “gratis” tentang hidup berikut kiat-kiatnya dari mereka. Selepas biografi H. Anif, saya juga akan menangani biografi H.M. Rusli, tokoh pengusaha dari Samarinda, pemilik Hotel Mesra International.


H. Anif sempat bertanya, “Pak Bambang menggarap buku apa lagi, sebelum ini?”


“Saya lagi menggarap biografi juga, Pak. Bigorafi Pak Haji Rusli, pengusaha dari Samarinda,” jawab saya.


“Oh ya, saya tahu beliau itu. Beliau pernah punya HPH juga kan?”


Saya membenarkan. Ternyata dunia ini memang “kecil”, kita bisa saling terhubung dengan banyak tokoh yang justru juga saling mengenal.


Memeriksa dummy yang sudah rampung.

Memeriksa dummy yang sudah rampung.



Satu hal yang membuat saya senang menjalani profesi penulis ini adalah ketika saya akhirnya banyak mengenal tokoh beserta keluarganya hingga mengetahui kisah-kisah “tersembunyi” dari mereka. Saya banyak kenal para tokoh tua dan juga tokoh-tokoh muda, menyelami pemikiran dan mimpi-mimpi mereka.


Biografi H. Anif insya Allah akan diluncurkan di Medan dan tentu menjadi kesempatan saya untuk pulang kampung sembari menyaksikan bagaimana sebuah buku punya kekuatan untuk menggerakkan orang-orang. Semoga makin banyak tokoh yang sadar untuk membukukan kiprahnya, minimal menjadi warisan untuk anak cucunya.


Salam buku!












from biografi - Penelusuran Blog Google http://ift.tt/1MnQZpL

via IFTTT

No comments:

Post a Comment

SLAWI.net | Powered by Blogger