Oct 8, 2014

Inilah Profil Mayang Prasetyo Wanita Transgender yang ...



Mayang Prasetyo dihabisi secara keji oleh kekasihnya Marcus Peter Volke. Wanita transgender ini selain dibunuh ia juga dimutilasi lalu dagingnya dimasak.



Polisi yang mendapat laporan dari masyarakat karena tercium bau busuk yang menyengat akhirnya menggerebek apartemen Volke. Rupanya, setelah membunuh Mayang, Volke pun bunuh diri.


Dari situs The Australian yang menyebutkan pernyataan Kemenlu RI bahwa Mayang dan Volke bertemu saat keduanya bersama-sama bekerja sebagai chef atau koki di kapal pesiar. Mereka sudah tinggal bersama, bahkan ada beberapa rekannya yang menyebut Mayang dan Volke sudah menikah. Wanita transgender tersebut dikenal baik dan supel oleh rekan-rekannya. Berikut profil mayang prasetyo hasil penelusuran dari akun facebooknya.


Dari laman facebook milik Mayang, diketahui beberapa informasi tentangnya. Dia dipastikan seorang transeksual. Sebelum bernama Mayang, dia dikenal dengan nama Febri Ardiansyah.


“Febri I am so shocked to hear news about you. In my eyes you are a good person. May you rest in peace,” tulis salah seorang rekan Mayang di Facebook, Selasa (7/10/2014).


Masih dari laman facebook, Mayang menulis bekerja di La Femme Garcon. Saat dicek di situs resminya, La Femme Garcon adalah sebuah kelab pertunjukkan yang menampillkan para ladyboy sebagai artis utama.


Mayang juga pernah kuliah di RMIT University dan kini tinggal di Melbourne, Australia. Saat di Indonesia, dia pernah tinggal di BPI 1 Bandung. Mayang juga pernah tercatat tinggal di Bali.


Di facebook, Mayang rajin memajang foto-foto seksi. Ada gambar yang memperlihatkan lekuk tubuhnya sedang berada di bath tub, ada juga yang sedang berpose menggunakan baju renang.


Hingga pukul 10.00 WIB, ucapan belasungkawa terus mengalir di laman facebook Mayang. Sejumlah rekannya merasa kehilangan sosok wanita muda tersebut


“In memory of my dear doll Mayang Prasetyo and Marcus, taken in November 2013, remember how much we had fun three of us did sightseeing arround the city in an hour, even you guys argue all the time but you guys seems so happy married couple and cute together. RIP babe Mayang and Marcus. Good bye guys. U guys always be missed,” tulis Delon di laman akun Facebook Mayang Prasetyo, pada Senin (6/10), sekitar pukul 23.52 WIB.


Nama asli Mayang Prasetyo di paspor adalah Febri Ardiansyah


Kementerian Luar Negeri (Kemlu) merilis data soal sosok Mayang Prasetyo, WNI transeksual seksi yang dimutilasi oleh kekasihnya Marcus Peter Volke. Dia tercatat masih bernama Febri Andriansyah (27) dan berjenis kelamin laki-laki.


“Kasus pembunuhan di Brisbane, Korban WNI atas Nama FA, laki-laki (27 th) nomor Paspor W 383811 dikeluarkan di Denpasar,” kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Tatang Razak, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/10/2014).


Menurut Tatang, Febri memiliki nomor KTP: 1871011302870004. Identitas itu dikeluarkan di Bandar Lampung.


“KBRI Canberra tengah koordinasi dengan polisi setempat untuk tangani kasus ini. Hari ini Kemlu menugaskan staf untuk menemui keluarga dan mendapatkan dokumen serta hal lain yang diperlukan untuk keperluan autopsi serta pengurusan jenazah,” terangnya.


Masa Kecil Mayang Presetyo


Febri terlahir sebagai pria pada 13 Februari 1987 lalu. Sejak kecil Febri sudah bertingkah seperti perempuan. Nining Sukarni (45), ibu Febri, mengatakan, anaknya itu sejak kecil hanya ingin bermain boneka.


“Setiap dibelikan mainan laki-laki dia tidak mau menggunakannya,” ujar Nining saat diwawancara wartawan di rumahnya di Jalan Panglima Polim, Gang Star, Kelurahan Sukamenanti, Kedaton, Selasa (7/10/2014).


Pihak keluarga sering memarahi Febri bahwa dia adalah lelaki. Tetapi Febri tetap percaya diri bahwa dirinya adalah perempuan. Teman sebayanya pun sering mengejeknya. Febri tak menggubris dan tetap kemayu.


Nining menceritakan, ia berpisah dengan Febri sejak anak pertamanya tersebut masih berusia satu tahun. Perceraian Nining dengan Nuryanto, ayah Febri lah penyebabnya. Nining kemudian menitipkan anak sulungnya itu tinggal bersama Rumani, neneknya.


“Saya titip Febri sama neneknya. Saya pergi ke Palembang, Sumatera Selatan,” kata Nining. Di Palembang, Nining menikah kembali dan memiliki dua anak. Mereka adalah Gebby Jendriawan dan Jenny Gusti Anggraini.


Biarpun begitu, Nining tetap sering menjenguk anaknya untuk memantau perkembangannya. Nining juga rajin menjalin komunikasi lewat telepon dengan Febri. “Hubungan saya dengan Febri dekat. Kami biasa komunikasi pakai bahasa lu, gue,” terangnya.


Febri melewatkan masa sekolah dasarnya di SDN 5 Penengahan. Ia kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Wiyatama dan menamatkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bina Mulya. Ketiga sekolah itu terletak di Lampung.


Sejak ditinggal ibunya, Febri menjadi pribadi mandiri. Sejak SMP, Febri sudah berdagang dan ikut arisan. Uang hasil berdagang dan arisan dipakai untuk biaya sekolah dan uang jajan sekolah.


Nining berkumpul kembali dengan Febri tahun 2005. Ketika itu, Febri sudah tamat SMA. “Kumpul hanya sebentar. Febri lalu izin pergi merantau ke Bali. Saya izinkan dia untuk pergi ke sana,” ucap Nining. Selama di Bali, Febri membuka usaha jual beli anjing. Menurut Nining, dia pun pernah tinggal di Bali sejak tahun 2008 hingga 2011 bersama Febri dan mantan pacar Febri bernama Prasetyo.


Pada tahun 2009, Febri memutuskan untuk berganti kelamin. Sesaat sebelum operasi ganti kelamin pada 19 Maret 2009 di Thailand, Febri sempat menelepon untuk memberitahu akan menjalani operasi payudara dan wajah.


“Saya bilang, ‘apa kamu sudah pikir panjang?’ Dia (Febri) jawab sudah bulat karena dia adalah perempuan,” tuturnya. Perubahan kelamin membuat Febri mengganti namanya menjadi Mayang Prasetyo.


Pascamenjalani operasi, pipi Mayang terlihat semakin tipis, tidak lagi tampak tonjolan pipi khas laki-laki, seperti saat dia remaja. Wajah Mayang pun semakin feminin, dan ayu. Bibir mengecil, tebal, dan hidung makin mancung. Saat mengenakan pemoles wajah dan bibir, dia seakan-akan 100 persen wanita.


Febri Andriansyah alias Mayang Prasetyo (27) tewas diduga dibunuh Marcus Volke (28) di Brisbane, Australia. Setelah dibunuh, tubuh Mayang lantas dimutilasi. Sebagian potongan tubuhnya ditemukan polisi berada di dalam panci yang terletak di atas kompor.


Potongan tubuh Mayang dimasak Volke, yang adalah seorang laki-laki tukang masak di kapal pesiar. Mayang diduga dibunuh pada Sabtu (4/10/2014) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.


Seusai memutilasi tubuh pacar sejenisnya itu, Volke ditemukan bunuh diri dengan luka sayatan di leher. Volke bunuh diri di apartemennya.


Mayang Prasetyo, warga negara Indonesia yang menjadi korban pembunuhan dan mutilasi di Brisbane, Australia, adalah seorang transgender. Dia menjalani operasi kelamin dari laki-laki menjadi perempuan di Thailand tahun 2009. Mayang dan Marcus Volke (28), kekasihnya, telah melangsungkan pernikahan di Denmark tahun 2013.


Kepolisian Australia menggerebek Volke setelah para tetangga melaporkan adanya bau tak sedap dari kediaman pria yang berprofesi sebagai juru masak itu.













from profil - Penelusuran Blog Google http://ift.tt/1rXJKNA

via IFTTT

1 comment:

SLAWI.net | Powered by Blogger