Oct 11, 2014

Profil Lengkap Oesman Sapta Odang, Calon Ketua MPR ...



Foto Oesman Sapta Odang, Anggota DPD dari Kalimantan Barat


Inilah biografi dan profil lengkap Oesman Sapta Odang yang merupakan calon kuat Ketua MPR seperti yang diusung oleh DPD dan Koalisi Indonesia Hebat pendukung Jokowi-JK. Ia seorang pengusaha dan politikus asal Indonesia dan terpilih menjadi anggota DPD RI periode 2014-2019. Dia juga merupakan pendiri Partai Persatuan Daerah dan pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RIperiode 1999-2004 serta menjadi Ketua HKTI (2010-sekarang).


Kehidupan Awal dan Menjadi Pengusaha


Oesman lahir di Sukadana, Kalimantan Barat pada tanggal 18 Agustus 1950 dari pasangan Odang yang berasal dari Palopo, Sulawesi Selatan sedangkan sang ibu Asnah Hamid berasal dari Sulit Air, Solok, Sumatera Barat.


Oesman merupakan pemilik konglomerasi OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi dan perhotelan. Saat ini, dia menjabat sebagai ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Putranya, Raja Sapta Oktohari, 38 tahun, adalah Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2011-2014.


Untuk menunjang pariwisata di kampung halamannya Sulit Air, ia membangun rumah gadang sebagai obyek wisata dan tempat informasi. Pada awal tahun 2012, ia menunjuk Tanri Abeng sebagai CEO OSO Group menggantikan dirinya. Ia juga mengumumkan George Toisutta sebagai komisaris utama dan anaknya Raja Sapta Oktohari sebagai direktur utama.


Perseteruan dengan Prabowo Subianto


Sudah bukan rahasia lagi, Prabowo dan Oesman Sapta memang pernah beberapa kali terlibat perseteruan. Musababnya adalah persaingan keduanya sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).


Perseteruan antara HKTI kubu Prabowo dan Oesman Sapta Odang dimulai saat Munas VII di Bali, tahun 2010 lalu. Saat itu, setelah Prabowo terpilih sebagai sebagai Ketua Umum HKTI, Oesman Sapta Odang menggelar Munas tandingan. Setelah voting, Oesman terpilih dalam Munas tersebut.


Kubu Prabowo menilai Munas yang digelar barisan Oesman Sapta tidak sah. “Kalau sesuai AD ART lama, itu harus jadi anggota HKTI dulu. Tidak bisa ujug-ujug jadi ketua umum,” kata anggota formatur HKTI, Fadli Zon, di arena Munas HKTI kubu Prabowo di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Kamis (15/7/2010).


Menurut Fadli, Oesman tidak pernah terdaftar menjadi anggota HKTI sehingga tidak berhak mencalonkan diri sebagai ketum HKTI. Setahun kemudian yakni tahun 2011 HKTI kubu Prabowo Subianto mempolisikan HKTI kubu Oesman Sapta Odang. Laporan disampaikan ke SPK Polda Metro Jaya.


“Dilaporkan soal pidana pemalsuan alamat DPN HKTI,” ujar Sekjen HKTI Kubu Prabowo, Fadli Zon, kepada detikcom, Sabtu (26/2/2011). Gugatan HKTI ini juga memasuki PTUN dan MA. Hingga kini, HKTI kubu Prabowo menolak keberadaan HKTI kubu Oesman dan menganggapnya ilegal.


Namun, gugatan Prabowo itu ditolak lewat putusan Mahkamah Agung Nomor : 310 K/TUN/2012 tertanggal 23 Juli 2013. Dalam proses gugat menggugat itu, Oesman dikenal tidak gentar melawan Prabowo yang merupakan bekas jenderal Orde Baru.


Pernyataan-pernyataannya kepada media saat perselisihan kala itu juga tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun terhadap bekas menantu Presiden Soeharto tersebut. Perseteruan semakin runcing ketika pada hajatan Pilpres 2014, HKTI Oesman Sapta mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-JK.


Namun Senin (6/10/2014) malam kemarin rapat pleno DPD telah mengajukan nama Oesman untuk calon pimpinan MPR. Nama Oesman harus dimasukkan dalam paket yang diajukan oleh Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Koalisi Indonesia Hebat pendukung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla.


Terpilihnya Oesman sebagai wakil DPD di MPR juga sempat mendapat kritik dari kader Partai Gerindra, besutan Prabowo Subianto. Namun, Oesman tidak terlalu menggubrisnya. Dalam pidatonya usai terpilih di DPD, dia justru mengatakan bertekad mencairkan hubungan politik Jokowi dan Prabowo, jika terpilih menjadi ketua MPR.


Jabatan



  • Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia (2002-Sekarang)

  • Ketua Umum Pengurus Pusat KKI (2002-2011)

  • Wakil Ketua MPR RI (1999-2004)

  • Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah (2002-2004)

  • Ketua Kadin Daerah Provinsi Kalimantan Barat (1998-2004)

  • Komisaris Lion Air

  • Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) (2010-Sekarang)

  • Anggota DPD RI dari Kalimantan Barat (2014-2019)













from profil - Penelusuran Blog Google http://ift.tt/1tLCjqU

via IFTTT

No comments:

Post a Comment

SLAWI.net | Powered by Blogger